Beranda > BERITA > Potensi Desa Nating Menjadi Obyek Wisata Olah Raga Bersepeda

Potensi Desa Nating Menjadi Obyek Wisata Olah Raga Bersepeda

Wisata olah raga adalah kegiatan wisata yang dilakukan dengan melakukan aktivitas olah raga yang menyenangkan, umumnya dilakukan di kawasan obyek wisata. Wisata olah raga merupakan salah satu jenis kegiatan wisata dapat perkembang cukup pesat melihat hal tersebut Desa Nating di Kecamatan Bungin, Kabuapten Enrekang berpotensi menjadi obyek wisata Olahraga bersepeda karean di dukung oleh Kondisi geografis Nating yang membuatnya menantang adalah berada di ketinggian 1.400 mdpl (meter dari permukaan laut). Akses ke daerah ini jalan seadanya dari Desa Bungin, Ibu Kota Kecamatan yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.Menyebapkan arena ini sangat cocok menjadi pemicu adrenalin untuk olahraga downhill. Dengan jalur terjal dan ekstrim. Samping kanan gunung, kirinya jurang. Tetapi masih cukup aman dilalui. Jarak Kecamatan Bungin dari Kota Enrekang, memang cukup jauh. Sekira 70 kilometer. Jalurnya melewati dua kecamatan, yakni Anggeraja dan Baraka. Namun, itu bisa ditempuh dalam waktu sekira dua jam dengan kendaraan. Baik roda dua maupun empat.Saat ini, aksesnya mulai bagus. Tak sulit ke sana. Hanya jalan ke Nating dari Bungin yang sidikit susah. Butuh pengorbanan. Sesampai di Dusun Nating, pendatang bakal disapa para pribumi dengan ramah. Ada sekira 40 KK di sana. Masih sedikit memang. Maklum, terpencil.Pendatang juga bisa rehat sejenak di rumah warga. Kalau mau, Anda juga bisa menikmati udara sejuk di sana dengan peralatan seadanya.Titik start downhill, bisa dimulai dari pemukiman penduduk. Seratus meter setelahnya, bonus pertama langsung menanti. Turunan terjal dengan variasi jalan berbatu bakal mewarnai kayuhan pedal.Melalui jalur ini, mental cukup teruji. Namun, bagi pecinta downhill, hal seperti ini malah membuat semuanya sempurna. Tentunya dengan skill mumpuni. Semua itu akan serasa di dunia antah berantah. Melaju kencang dengan dua roda tanpa tenaga ekstra.Setelah itu, akan dijumpai jembatan kecil berukuran 3 x 1 meter. Di bawahnya, air jernih mengalir. Titik ini pula sebagai pertanda, karakter jalur mulai berganti. Selanjutnya, dedaunan rimbun akan lebih marak ditemui. Kategori jalurnya pun sedikit lebih bersahabat. Namun, belokan tajam dengan arena terjal masih terus membuntuti.”Luar biasa memang. Baru kali ini saya dapat jalur seperti ini. Terjal tapi nikmat,” kata Yunus Baharuddin, 30 tahun. Dia termasuk penggila olahraga sepeda. Yunus juga salah satu anggota ECC (Enrekang Cycle Community), klub sepeda pertama di Enrekang.Belum lama ini ia ikut melahap rute ekstrim tersebut bersama 11 kru Jelajah Sepeda FAJAR Group dan ECC di lima kecamatan (Enrekang, Anggeraja, Baraka, Bungin, dan Maiwa).Tantangan selanjutnya, yakni area perkebunan warga. Salah sedikit saja, Anda bisa terperosok ke sawah atau ladang. Di sini juga, banyak tanjakan berukuran sedang yang dapat menjadi tumpuan untuk unjuk kebolehan beratraksi melakukan lompatan (high air). Plus genangan air yang siap mengotori baju. “Pokoknya mantap,” tandas Muh Irwan Bone, 31 tahun, pesepeda lainnya.Meski begitu, lokasi ini belum sepenuhnya dibuka untuk dijadikan area wisata. Pemerintah setempat pun belum mengelola area ini sehingga belum ada pungutan di sini.

Kategori:BERITA
  1. 12 pukul 2:15 am

    Dari deskripsinya, tampaknya keren juga. Sayang tidak ditayangkan foto-fotonya.
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: